Alfian memundurkan langkahnya lemas, semua perbincangan Arya dan Stevi membuatnya sadar. Jika Stevi hanya menganggapnya sebagai pelampiasan. Gadis itu memang tidak menerima Arya kembali, atau mungkin belum. Tapi apa yang di katakan Stevi, membuat Alfian sadar jika dirinya terlalu bodoh. Berusaha menjadi obat untuk Stevi, dan berakhir dengan dirinya sendiri yang tersakiti. Dengan cepat Alfian melajukan motornya, tanpa terasa air matanya menetes begitu saja. Sangat sakit. "Lo tega banget sama gue, harusnya lo milih gue. Gue yang selalu ada di saat lo terluka, gue yang bantu lo sembuh." "Lo juga b**o banget, lo pikir Arya bisa segampang itu move dari Anya." Sepanjang jalan, Alfian terus meluap8 kekesalannya. Meskipun begitu, Stevi tetaplah gadis yang ia cintai. Sampai kapanpun. --- Ha

