Seorang gadis berdiri di dekat jendela, air matanya sudah menetes sejak tadi. Hubungannya terpaksa kandas, tidak pernah ada keinginan untuk benar benar mengakhiri semuanya. "Jangan nangis, sudah bagus mas mau bantuin kamu." Gadis itu menoleh, mendapati laki laki yang berdiri di dekatnya menggunakan kemeja berwarna putih. Menawan, itulah yang dia lihat. Gadis itu kemudian mengangguk, semuanya sudah terjadi dan tidak perlu disesali. "Makasih mas, dan maaf kalau gara gara aku mas harus dapetin perkataan kasar dari dia. Dia, emang gitu kalau lagi kesel." "Mas cuma bisa maklum, kalau ada di posisi dia mungkin mas akan langsung ngamuk. Tapi satu hal yang buat mas heran, kok bisa dia bucin banget sama kamu. Apa karena?" Laki laki itu menghentikan pertanyaannya, terlalu privasi jika harus me

