Aku masih bisa menaklukan dirimu. *** Lampu ruangan dibuat menyala dalam keadaan remang. Musik instrumental yang syahdu, mengalun tenang mengisi seluruh ruangan yang cukup luas untuk katakan sebagai kantor pribadi seorang desainer. Di dekat jendela kaca yang berbentuk bulat lebar, terdapat sofa santai merah menyala. Beby merebahkan diri di sofa santai, posisinya sedikit miring, menghadap ke arah luar jendela kaca. Wajah Beby datar, jemarinya mengetuk lembut pinggiran sofa, sedangkan jantungnya berdegup halus. Ia sedang menanti dengan gelisah kedatangan Sambara. Berjudi dengan diri sendiri akankah Sambara sama seperti dulu yang masih peduli padanya? Berkecamuk tanya kemudian, apa yang membuat Sambara berubah? Kenapa berubah? Beby tidak menemukan alasannya. Sambara masih membalas pesan-

