Chapter 68

1192 Kata

Pagi yang mengesankan dari dua rumah. *** Berjalan masuk, pikiran Sambara tidak tenang. Ketegasan opanya, tidak bisa ia yakini bisa diikuti. Sejak kecil dirinya sudah tahu perpecahan antara orang tuanya dan Diana. Setelah kedua orang tuanya tiada, yang Sambara mau adalah tidak adanya bentrok antara dirinya dengan keluarga tante tirinya itu. Sambara teringang ucapan kakeknya saat ia ditunjuk resmi sebagai CEO. Pilihan bulat dari rapat pemegang saham dan Edwin Bimantara selaku pemilik. Saat itu Sambara berat hati. Selain merasa dirinya terlalu muda, Diana pasti akan semakin sakit hati terhadap dirinya. Saat itu Edwin berkata pada Sambara, "Keluarga adalah keluarga. Dia akan tetap begitu adanya. Mau ada badai atau bencana sebesar apa, keluarga tetap namanya keluarga dan itu tetap ada. Tap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN