Wanita itu menatap ragu pada pintu yang ada di depannya saat ini. Tangannya sudah gemetar, sungguh dia sangat takut untuk masuk ke dalam ruangan itu, tapi ini adalah sebuah kewajiban. Bagaimapun juga dia telah membuat kesalahan dan sudah seharusnya, saat ini dia harus memperbaiki kesalahan itu juga meminta maaf kepada bos nya. Putri menghembuskan napasnya dengan kasar. Sebisa mungkin, dia menyemangati dirinya sendiri saat ini juga. "Tenang, Bos gak akan marah." Dijilat bibirnya lagi. Setelah hatinya dirasa sudah mulai tenang, dia langsung mengetuk pintu itu beberapa kali, tak berapa lama kemudian, dia mendengar suara sahutan dari dalam sana. Dia sudah diperbolehkan untuk masuk saat ini juga. Dengan sekali tarikan napas, dia pun masuk ke dalam sana. Wanita itu menatap ke arah seor

