Sebuah teriakan yang sangat nyaring dapat didengar oleh Putri saat itu, hingga membuat Putri yang tadinya tengah tertidur langsung membuka matanya. Wanita itu meringis pelan, dia merasakan pusing yang amat sangat di kepalanya karena bangun secara tiba-tiba seperti tadi. Dengan pelan, dia menengok ke arah samping sana, dirinya menemukan sosok anaknya yang kini tengah berdiri di bingkai pintu dengan sebuah senyum yang menghiasinya. Putri menggelengkan kepalanya dengan pelan, pantas saja suara itu sangat cempreng tadi, ternyata anaknya sendiri yang memanggilnya. Cinta tak datang sendirian, terlihat seorang pria dengan wajah cerianya kini tengah berdiri di samping Cinta. Tangan pria itu memegang Cinta, tapi tiba-tiba saja pegangan itu langsung terlepas kala Cinta langsung berlari pergi dar

