Tentu saja saat ini rasanya sangat takut sekali untuk Cinta, apalagi ketika dia tatapan membara Gio yang menyeramkan di matanya. Cinta menggelengkan kepalanya dengan pelan, untuk saat ini sebisa mungkin dia menahan rasa takutnya itu. Cinta mengangkat tinggi-tinggi dagu nya. Dia tak boleh terlihat lemah kepada seseorang yang menyakitinya, itu adalah kata-kata yang terucap di bibir ibunya dan tentu saja, dia akan mengikuti ajaran dari ibunya itu. Cinta menghembuskan napasnya dengan kasar. "Aku tak mendorongnya. Dia jatuh sendiri dan untuk pensil yang dicuri, aku tak tahu siapa pencurinya karena aku sendiri, tak merasa mengambil pensil Liza." Cinta berucap dengan tegas nya. Keadaan lorong yang panjang dan sepi itu semakin dingin. Gio semakin menatap tajam ke arah Cinta, sedikit rasa kagu

