Airin terisak. Arga semakin memeluknya erat. Ada sepasang mata yang melihatnya dengan penuh rasa cemburu, dia adalah Brian. Brian akan mendekat, tetapi dengan sigap Arga membawa Airin pergi dari sana. Hal itu membuat Brian sangat cemburu. "Please! Jangan memperkeruh keadaan," bisik Dava pada Viola. Namun, gadis itu masih terlihat santai, terlihat masa bodoh dengan situasi yang mulai gaduh. Brian segera masuk ke dalam mobil. Tanpa ada jawaban dari mulutnya. Dia terlihat kesal. Viola masuk ke mobil yang berbeda. Ponsel Dava berdering. Belum juga menjawab, dia sudah lebih dulu mengembuskan napas kasar. "Bos," ujarnya pasrah. Dia menyeret tombol hijau dan mendekatkan ke telinganya. "Iya." Jawaban Dava yang singkat, mendapat respon berlebihan. "Dava! Apa lagi ini? Siapa perempuan itu? Se

