Brian melepaskan Viola kasar. "Aku capek," ujarnya ketus. Brian melanjutkan langkahnya. Dava segera membukakan pintu. Tak mau kalah, Viola mengejar langkah Brian. "Memang aku nggak capek? Waktuku kebuang buat kamu aja," katanya. Brian menghentikan langkahnya. Tatapannya tajam. "Siapa yang suruh? Itu keinginan kamu sendiri," katanya ketus. Viola tersenyum. Dia menggelengkan kepala. "Ini permintaan Ayah kamu," jawab Viola. "Ayah?" Brian tampak terkejut. "Mulai lagi?" Dia tersenyum kecut. "Vi, lebih baik kamu kembali ke penginapan kamu. Brian harus istirahat," ujar Dava. "Kak! Aku pengen ketemu dia, sebentar aja, kok." Viola menolak tegas. "Iya, tapi Brian harus istirahat," ujar Dava sabar. "Selalu aja seperti itu!" kata Viola kesal. "Maaf," ujar Dava. "Kenapa minta maaf? Kak, ber

