Ken berpikir keras. Setelah pertemuannya dengan Brian. Dia terus memikirkan kata-kata laki-laki itu. "Kakaknya?" tanya Ken. Dia kini menatap langit-langit kamarnya yang sudah lusuh. Menembuskan napas, karena belum juga mendapat jawaban dari semua pertanyaan-pertanyaan yang muncul. "Ah, besok coba aku tanyakan sama Airin," kata Ken berniat. Keesokan harinya. Tim produksi melakukan meeting kembali. Arga tak satupun membahas masalah Kakak dari Brian. Dia malah membahas hal-hal yang harus dilakukan, dan diwawancara kepada Brian. Airin mengangguk, saat semua pertanyaan yang sudah disusun untuk Brian dirilis hati itu. "Oke, jadi semuanya jelas. Program pertama kita ini harus sukses. Bila perlu, buat penggemar Brian yang ada di luar negeri juga menontonnya," ujar Arga. Semua orang mengangg

