“Keyzia,” panggil Zello dengan lembut, yang kini berusaha untuk menenangkan Keyzia terlebih dahulu. “….” Tak ada balasan, gadis itu menghiraukan panggilan Zello dan memilih untuk tetap menangis. “Keyzia, jangan menangis lagi,” ujar Zello dengan nada seraknya. Ya, tentu saat ini Zello juga tengah menahan air matanya dengan sekuat tenaga agar tak tumpah. Ia tidak boleh menunjukkannya di depan Keyzia. Karena, hal itu pasti akan membuat Keyzia semakin menangis, dan Zello tentu tak ingin hal itu terjadi. “Jika saja aku tidak meninggalkan ibu, hikss… pasti tidak akan seperti ini bukan?” lirih Keyzia yang membuat Zello sontak mengernyit tak setuju. “Keyzia, jangan berkata seperti itu. Kamu pulang juga untuk memasakkan makan siang untuk ibu. Tidak ada yang perlu kamu sesali ya, ini semua sudah

