"Mami tidak perlu mengantar kalian, kan?" Rasaya melirik Randi yang mengambil koper kecil dari tangannya dan memasukkannya ke bagasi mobil. "Tidak perlu, Mi," balas Rasaya dengan wajah bosan. "Kalau begitu, kalian harus berjanji tidak akan bertengkar. Rasaya, sekarang kau adalah istri Randi. Mami mohon bersikaplah yang baik kepada Randi. Buatkan Mami cucu yang lucu-lucu. Kalian bisa kan?" tanya Helen dengan senyum lebar. "Tentu, Tante." "Mami!" Mereka membuka mulut berbarengan, membuat senyum Helen semakin lebar. Helen mendekati Randi dan mengusap lembut pundak laki-laki yang sudah ia anggap seperti anaknya sendiri itu. "Katakan pada Tante kalau Rasaya membuat masalah. Tante akan menghukumnya." Rasaya dengan kesal masuk ke dalam mobil. Tidak menghiraukan Helen dan Randi yang masih b

