Beberapa bulan kemudian….. Bara tidak menyangka kalau dirinya sebentar lagi akan menjadi seorang Ayah. Tiranti yang kehamilannya sudah tua itu memilih untuk cuti dan diam di apartemen dengan pembantu yang sekarang selalu menemani. Bara tidak bisa meninggalkan sang istri sendirian, terlalu beresiko untuknya. Saat pulang bekerja, Bara membawa papper bag di tangannya. “Assalamualaikum,” ucap Bara membuka pintu apartemen. “Waalaikum salam,” jawan Eyang Dira yang sedang memasak. Kadang, Eyang Dira juga menemani Tiranti jika tidak memiliki keperluan. Bara mendekat pada Eyang Dira dan memeluknya. “Jangan deket deket.” “Gak papa, Eyang, gak panas kok. Bara jauh dari kompor,” ucap pria itu. “Bukan karena itu. kamu bau. Sana mandi.” Senyuman Bara langsung hilang seketika, dia mencium tubuh

