Putusan

1841 Kata

Selamat membaca~ - Jeno berjalan dengan tergesa menuju kantin Fakultasnya. Ia menggebrak meja setelah menemukan mangsa yang sudah ia cari semalaman. Kevin dan Raihan terkejut dengan raut marah Jeno yang sedang menatap mereka dengan tajam. “Lo kenapa Jen?” tanya Raihan bingung. “Anjing. Masih tanya kenapa lo?” tanya Jeno balik dengan kasar. “Bro, santai dong. Dilihatin banyak orang, gak enak kali.” Sahut Kevin menengahi.             Jeno tersenyum miring melihat keduanya, “Sekalian, biar semua orang tahu kalau kalian brengsek.” Sarkas Jeno tajam.             Jeno pun meraih ponsel yang dibawa Jhonny, dimana didalamnya terdapat bukti percakapan Eric dan Galen yang menyebutkan bahwa Jeno sangat bodoh tidak mengetahui mana yang benar teman dan juga mata-mata. “Memang anjing lo. Jilat t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN