Pesan

1700 Kata

Selamat Membaca~ - - Gavin mengetuk pintu kamar Galen. Ia datang setelah mendapatkan kiriman video dari Leta. Gavin bahkan meninggalkan Nesya karena ingin berbagi perasaan dengan Galen. Sudah beberapa kali Gavin mengetuk pintu, namun tidak kunjung mendapatkan jawaban.             Gavin pun membuka paksa pintu Galen yang tidak terkunci. Ia menghela napas berat saat melihat Galen yang tertunduk lemas dengan isak tangisnya. Gavin mendekati Galen, mengusap punggung adiknya itu untuk tetap menyemangatinya. “Lo bisa cerita ke gue,” ucap Gavin mencoba untuk berbagi kesedihan Galen.             Galen mengubah posisinya menjadi tegap. Ia memeluk Gavin untuk menumpahkan kesedihannya. Gavin hanya bisa menepuk punggung adiknya, karena beberapa kata yang ia ucapkan saat ini tidak banyak berpengar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN