Selamat membaca~ - Gavin masuk kedalam ruang sekretariat. Ia ingin mendinginkan pikirannya setelah dipusingkan dengan kuis dadakan yang membuat nilainya jauh dibawah kata yang diharapkannya. Gavin duduk diatas kursi dan menyandarkan kepalanya diatas meja sebagai tumpuan untuk dirinya tidur. Ia mengantuk lantaran semalam mempelajari proyek bisnis yang diberikan oleh Adira padanya. Dengan kegigihannya, Gavin pun harus bisa memecahkannya agar Adira bisa memujinya. Tak lama terdengar suara pintu terbuka, namun itu membuat Gavin bergeming sama sekali. pikirnya itu adalah anggota himpunan lain yang sedang datang untuk beristirahat sembari menunggu mata kuliah selanjutnya. “Gavin?” Nesya memanggil lelaki yang sedang tidur itu untuk memastikan apa benar b

