Surat Undangan

1837 Kata

Selamat membaca - “Aku bukan seorang pengecut, hanya saja aku tidak bisa menjelaskannya padamu.” Galen Gibson Rajendra - Hembusan angin sore beralun dengan damai. Daun runtuh tak berarah, bertebangan mengikuti arah angin yang semu. Rumah dengan gaya tua, serta terlihat tak ter urus itu rupanya sudah dipadati oleh beberapa lelaki yang sedang bersantai diluar. Halamannya yang luas pun sudah terisi beberapa motor klasik dan motor besar untuk mereka gunakan balapan.             Galen melangkah masuk kedalam rumah itu, menyalami setiap teman yang ia lewati dengan akrab. “Sibuk nih sekarang,” olok Adnan dengan menepuk bahu Galen akrab. “Iya, lo ngga bisa ajakin gue makan kuaci sambil nonton balapan lagi.” Tegas Galen yang membuat Adnan merengut. “Yaelah, masih bisa dong. Jangan terlalu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN