Selamat membaca~ - Malam telah tiba, senja sudah hilang meninggalkan kenangan yang masih terukir dengan jelas. Sena masih kembali duduk pada tempatnya, menikmati semilir angin sejuk malam hari sembari melihat lurus kearah langit gelap yang mulai menampakkan bintang malam. Galen duduk tepat disamping kekasihnya. Ia tersenyum hangat saat melihat wajah bahagia Sena hanya dengan melihat bintang. “Gimana? Senang?” tanya Galen dengan menatap kekasihnya itu. Sena menoleh dan tersenyum sangat lebar. Menandakan bahwa ia sangat bahagia malam ini. “Makasih ya.” Ucap Sena tulus. Galen mengangguk, “Maaf waktu perjalanan tadi bikin kamu gak nyaman sama keadaannya,” ucap Galen meminta maaf atas kesalahan yang ia perbuat. “Gapapa, kan dia saudara kamu. Tapi kalau aku minta wa

