Selamat membaca~ - Pagi sudah datang, namun operasi masih belum selesai dilakukan. Semua orang sedang menunggu dengan cemas hasil dari operasi besar yang dilakukan Galen. Dengan menahan kantuknya, Sena duduk dengan menyandarkan kepalanya pada dinding Rumah Sakit. “Na, gue antar pulang ya? Lo kelihatan capek banget.” Ucap Gavin yang sedari tadi menatap Sena iba. Sena menggeleng, menolak ajakan Gavin. Sudah lama ia disuruh pulang oleh keluarga Galen untuk beristirahat. Namun dengan keukeuh Sena menolak jika belum memastikan kondisi Galen sendiri. Jhonny, Adnan, Ben, dan Joyra datang setelah mereka menyelesaikan semua urusannya di kantor polisi. Sedari tadi mereka mengetahui kondisi Galen dari Gavin, karena Sena yang sama sekali tidak membuka ponselnya sekalipun.

