Selamat membaca~ - Sena kini sedang berdiri bersama seorang lelaki yang dapat diyakini jika lelaki itu adalah mahasiswa baru yang mengikuti orientasi hari ini. Lelaki itu tampak berbicara dengan Sena, hingga melempar tawa satu sama lain jika ada hal menggelitik saat dibicarakan. Galen yang melihatnya pun segera mendekati mereka berdua, “Ada apa ini?” tanya Galen dengan suara beratnya yang seperti sedang mengintimidasi. “Gak ada. Cuma ngobrol biasa kok.” Balas Sena. “Kok pakai ketawa segala. Kayak udah saling akrab aja,” ujar Galen dengan sorot matanya yang terus menatap lelaki itu dengan tajam. “Bagus dong kalau udah akrab. Kan kita juga jadi perwakilan mahasiswa Sastra Indonesia buat bisa dekat sama adik-adik tingkatnya.” Balas Sena. Galen menatap Sena taja

