Satu Atap

1099 Kata

Lyana menatap Frank yang sedang mencuci perlengkapan makan di bak cuci secara manual. Senyum canggung muncul di bibir Lyana. Sepanjang hidup Lyana, ia jarang berinteraksi dengan lawan jenis sedemikian dekat. Kekasih saja tak punya. Apalagi partner bersama dalam satu atap. Keberadaan Frank sangat membuatnya canggung. Namun, Frank sepertinya lelaki yang sangat pengertian dan sabar. Dia tahu batas-batas yang coba Lyana terapkan dan tak pernah melanggarnya secara sengaja. Seolah-olah telah terbentuk kesepakatan di antara mereka untuk menghargai dan menarik diri hingga titik tertentu. Meskipun Lyana masih canggung, sikap Frank menenangkannya. Memberitahu secara tersirat pada Lyana jika lelaki itu tak akan pernah secara sengaja mengambil sesuatu darinya. Jadi, dengan kata lain, Lyana aman. S

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN