Malam Pertama

1114 Kata

Lyana duduk canggung di sisi dipan. Dia menatap gorden kamar yang menggantung tinggi dengan kelambu putih transparan. Suara gemericik dari kamar mandi membuat Lyana tersipu malu. Steve sedang membersihkan badan. Bayangan Lyana jadi mudah terpancing pada hal-hal yang tabu. Lyana mendesah panjang, menatap piyama katun yang ia kenakan. Piyama ini memiliki desain simpel, seperti baju wanita kuno yang dikenakan pada jaman delapan puluhan. Tidak ada bagian dari baju ini yang menarik. Senyum Lyana jadi tampak getir. Dari remaja, Lyana tak terbiasa untuk mengungkapkan sensualitas yang ia miliki. Kehidupan ibunya telah mengajarkan nilai-nilai buruk yang tidak Lyana harapkan. Dia jadi terbiasa mengaitkan sensualitas wanita pada hal-hal negatif. Saat ia semakin dewasa dan menyadari wanita berhak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN