Lyana berusaha keras menolak berbicara dengan Revel, tetapi ia diseret paksa dan mau tidak mau, Lyana tetap harus berhadapan dengan kakak angkatnya itu. Mereka kini berada di area parkir, sebuah tempat yang lebih baik dan lebih tenang dari pada lantai club yang berisik. Revel mengajaknya duduk di sebuah kursi besi. Area parkir ini menggunakan area basement dengan fitur modern. Ada dua petugas security yang menjalankan keamanan di area ini. Mereka mengangguk kecil pada Revel, sebagai bentuk sapaan. Kelihatannya Revel telah lama mengenal mereka. "Pernikahanku dengan Morrisa mengalami rasa hambar. Kupikir pernikahan ini sempurna, tetapi baru berjalan setahun, variabel-variabel lain yang tidak kuperhatikan mulai bermunculan!" Revel membuka suara. Dia menatap Lyana, mencoba memberi penjelas

