Steve menatap wajah cantik Paula di sisinya. Wanita ini memang sangat menawan. Matanya sebiru laut dengan sorot menggoda alami, rambut merahnya membingkai wajah eksotik dengan sedikit sentuhan Timur Tengah. "Sayang, aku tidak melihat Jacob hari ini. Di mana anak itu? Anne juga tak ada!" Paula mengernyitkan dahi, menunjukkan kekhawatiran. "Jangan cemas! Dia hanya berkunjung ke rumah Celline untuk beberapa hari ke depan!" "Oh. Pantas aku tak melihatnya! Jacob memang selalu menyebut-nyebut Celline akhir-akhir ini semenjak … ehm … semenjak tragedi itu!" Paula berdaham, sebelah tangannya menutupi mulut untuk menunjukkan ketidaknyamanan. "Tidak apa-apa, Sayang! Tragedi Jacob akan segera berlalu dan dia akan melupakan kejadian ini!" Steve mengibaskan tangan, tak terlalu ingin membahas to

