Dua tahun kemudian. Lyana menatap putranya yang berusia satu setengah tahun. Balita itu sedang asik berjalan cepat mengitari ruangan. Tangan kanannya memegang mainan hewan dari karet, dan tangan kirinya sibuk menarik-narik ekor kucing anggora berwarna putih. "Jacob, berhenti mengejar kucing itu! Kau hanya akan lelah karena mengelilingi ruangan!" Lyana membujuk anak itu, yang justru tertawa-tawa lucu. Sesekali dia akan menatap ibunya, mengerucutkan bibir, dan merajuk untuk hal-hal kecil. Du tahun Lyana telah berada di Indonesia. Frank mengatur seseorang untuk menempatkannya di daerah Thamrin. Di sini, Frank memiliki kenalan bernama Magdalena, sepupu jauhnya yang menikah dengan warga lokal. Pada awal-awal keberadaan Lyana, ia banyak dibantu oleh Magdalena dalam segala hal. Dari pencari

