Nafas itu Tak Mengenal Identitas

1280 Kata

Mereka bilang, tidak pernah ada hari khusus untuk mati. Meski matahari bersinar, meski cahaya pagi secerah senyum gadis perawan, meski angin semilir, meski cuaca sempurna. Mereka bilang, kematian dan dampaknya itu terjadi hanya untuk orang terkait, keluarga, sanak kerabat, dan kenalan. Orang lain tetap beraktifitas normal, hari tetap berjalan, matahari tetap bergulir. Tidak ada perubahan. Dunia seperti mesin otomatis yang nenolak berhenti hanya karena satu atau dua orang meninggal, bahkan jika ribuan meninggal. Mereka bilang, nafas tak mengenal usia. Muda atau pun tua. Besar atau pun kecil. Jika memang nafas tak berkehendak untuk tetap bertahan, maka dia akan tetap pergi. Seperti itulah yang terjadi pada Frank. Setelah kondisinya stabil selama sepuluh hari terakhir, tiba-tiba dia men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN