Orang-orang berlalu lalang di sekitar menjadi background pertemuan orang dewasa dan anak di depan TK Latisha. Beberapa dari mereka melihat ke arahnya dan berlalu begitu saja, tidak tertarik akan percakapan yang terjalin. Sebagian besar juga tahu siapa orang dewasa yang kini sedang berbicara dengan Hasan. Namun, orang-orang hanya berlalu begitu saja, tidak ikut campur. Di tengah kebisingan di sekeliling, Arkana masuk ke lamunannya sendiri. Ia tidak percaya anak sebaik Hasan bisa kehilangan salah satu peran orang tua. Sepasang manik onyx itu kembali terangkat memandang lekat wajah mulus sang anak. Kedua tangan terulur menangkup pipi berisi Hasan. Hati Arkana begitu menggebu-gebu kala mengetahui fakta yang baru saja didengar. Sebagai seorang ayah dari satu putri, ia bisa memahami kekosong

