Satu bulan berlalu begitu cepat, sejak kedatangan Elena serta Hasan kembali ke ibu kota, mereka bisa berinteraksi dengan baik. Entah itu Elena maupun Hasan, keduanya bisa menyesuaikan diri di tempat baru. Selain lingkungan sekolah maupun tempat kerja yang menerima mereka dengan baik, ibu dan anak itu juga bisa mendapatkan tempat tinggal nyaman. Elena yang semula begitu khawatir, kini berangsur-angsur mereda. Ia tidak perlu mencemaskan apa pun dan bisa melanjutkan hidup di sana dengan tenang. Kenangan yang dipikir akan kembali mencuat, nyatanya terlupakan begitu saja. Kesibukan sebagai guru TK dan juga seorang ibu menguras energi serta pikiran Elena dan hal tersebut membuat ia tidak memikirkan banyak hal. Pikiran akan bayang-bayang masa lalu hilang tersapu kesibukan sehari-hari. Elena b

