BAGIAN 48

1134 Kata

Sejak kepulangannya dari sekolah, Elena terus mengurung diri di kamar. Hasan berkali-kali melihat ke arah pintu di mana sang ibu sejak tadi diam di sana. Ia tahu jika mood ibunya sedang tidak baik-baik saja. Sebagai seorang anak yang selama ini hidup hanya mengandalkan satu pihak, membuat Hasan lebih peka. Anak itu tidak bisa melihat Elena terpuruk pada kondisi yang bisa dibilang ia ikut andil di dalamnya. Hasan tahu kemungkinan besar sang ibu terpuruk saat ini berkat dirinya tadi bertemu pria asing itu. Ia kembali menyalahkan diri sendiri atas kesedihan di alami Elena. Ia yang sudah berjanji untuk tidak melakukannya lagi, malah kini mengulang hal itu kembali. Khawatir tidak ada tanda-tanda Elena akan keluar, Hasan pun berjalan mendekat dan mengetuk pintu kamar. Berkali-kali ia melakuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN