BAGIAN 20

1115 Kata

Melalui rintangan sendirian tidaklah mudah, apalagi tanpa berpegang teguh pada tali paling kuat, maka hanya akan ada kesengsaraan semata. Air mata hanya menjadi peneman di kala kesendirian datang menerjang. Tidak ada yang tahu bagaimana luka tak kasat mata itu tumbuh subur bersamaan penyesalan melingkupi. Semua kelimpungan dalam diri meluluh lantakan sanubari kian di rundung duka. Kepalsuan serta kemunafikan terjadi membelit indahnya sebuah kebenaran. Masa lalu kelam hanyalah tinggal kenangan, tidak usah diungkit-ungkit lagi dan biarkan saja di belakang. Keberadaannya bisa menjadi cambukan guna mendapatkan masa depan lebih baik ataupun sebaliknya. Terima apa pun segala konsekuensi yang telah terjadi. Karena bagaimanapun juga itu adalah balasan dari segala perbuatan. Tidak ada momen te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN