Asrama Putri Nusantara. Kehebohan yang baru saja tercipta membuat mahasiswi takut untuk sekadar keluyuran, selain menjaga keamanan, Melda sebagai orang kepercayaan sekolah tersebut juga berhak menghukum siapa saja yang ketahuan melanggar aturan. Pacaran diam-diam, misal. “Siapa yang mau dibawa ke kamar Kamboja?” Raihan datang menghampiri bara api yang tengah berkobar antara ke empat para gadis yang tengah digiring Encik Hacha. Matanya melotot memindai. Aku tidak terima gadisku hilang di antara kalian pasti ada dalang kehilangannya Raihan melirik tajam, mengintimidasi. “Apa kau mau ikut serta?” tanya Melda menunduk mengalihkan tatapan tajam milik Raihan, dengan posturnya yang semampai itu, ia diamanahkan menjadi kepala pengamanan di asrama, ia dan Raihan sedikit bergesekan, lebih tepa

