Kalang Kabut - 25 (Edisi kesepakatan pacaran)

470 Kata

Agustus 2016 Hari itu diselenggarakan lomba hari kemerdekaan Indonesia, tujuh belas agustus di sekolah. Semua siswa sibuk dengan lombanya masing-masing. Sementara itu, di kelas Bekti juga sibuk menyusun hadiah sebagai panitia lomba. Hadiah berupa berbagai alat tulis tersebut dibungkus rapi dan di tata sedemikian rupa di atas meja. "Awas jatoh!" tiba-tiba terdengar suara Cahyo dari pintu kelas. Benar saja, secara tak sadar Bekti menumpuk sebagian hadiah di sudut meja, kedudukannya pun tidakarena meja yang kecil dan harus memuat begitu banyak, ketika Bekti berdiri, hadiah tersebut oleng lalu jatuh ke lantai. "Nah, kan jatoh," ucap Cahyo seraya masuk ke dalam. "Jatohnya gara-gara suara elu, ngapain lu treak di depan pintu?" Bekti berjongkok lalu sambil mengumpulkan hadiah yang berserak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN