Bab 25

946 Kata

Bab 25Diana ke luar meninggalkan ruangan di mana Rendy masih terbaring di dalam sana. Rendy mencak-mencak meminta Diana untuk pergi saja, padahal Diana hanya ingin menemani. “Memang aku salah apa?” gumam Diana sambil melengkah. Hari semakin gelap, mungkin sebaiknya Diana pergi mencari makan malam. “Kamu kenapa, Ren?” Rendy masih memasang wajah pias dan masih membuang muka. “Diana ada salah?” Rendy masih enggan menjawab. Santi menarik kursi lalu duduk. “Diana pernah telepon mama …” Rendy langsung menoleh ke samping, menatap diam dan dalam hati meminta untuk segera melanjutkan kalimat itu. “Katanya kamu sudah bersikap baik padanya. Banyak yang Diana ceritakan dan dia sudah mulai nyaman dengan kamu.” Hampir saja dua ujung bibir Rendy tertarik membentuk senyuman, tapi dengan cepat Re

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN