Dunia Itu Sempit

2143 Kata
Hari terakhir penjagaan berakhir hari ini dan tentunya ini hari terakhir Denis bisa bertemu dengan Rara. Ting..... Ra ini Bang Denis Membaca Wa yang masuk Rara hanya diam dan bingung dari mana Denis mendapatkan No Hape nya. Hanya dibaca tapi tak berniat untuk membalasnya, dan kemudian ia meletakannya kembali. Denis melihat pesannya sudah centang dua tapi tidak ada respon dari Rara. Karena sibuknya hari ini untuk penyeterilan tempat, Denis pun disibukkan dengan mengkoordinir semua anak buahnya dan tidak ada waktu untuk bersantai. Akhirnya selesai juga penjagaan hari ini, dan sebagai sopan santun Denis selaku komandan yang bertugas di tempat mengucapkan terima kasih dan berpamitan kepada kepala security kantor karena sudah memberikan tempat selama tiga hari ini. Terima kasih banyak ya Pak Slamet sudah memberikan kami tempat, dan maaf jika saya dan anak buah saya banyak merepotkan bapak. Sama - sama Pak Denis kami juga minta maaf jika ada yang kurang berkenan selama berjaga disini. Baik pak kalo begitu kami permisi dulu. Selamat Sore pak Selamat Sore Pak Denis. Ketika Denis berjalan ke area parkir, Denis melihat Rara juga berjalan ke arah Parkiran dengan tergesa - gesa Denis bingung melihat Rara yang sudah menggunakan pakaian kasual dengan sepatu kets karena seingatnya tadi pagi dia sempat melihat Rara menggunakan seragam kantor. Melihat Rara dengan pakaian kasual ini pertama kalinya buat Denis, dengan rambut diikat tinggi membuat Denis terkesan dengan sisi Natural Rara yang begitu Cantik. Wow bengong aja kesambet setan baru tahu, lihat apaan si bro senggol Yudis Sontak Denis kaget, ga ada apa - apa Yudis pun melihat ke arah yang di pandang Denis.... Aw aw ternyata ada mantan terindah, beuhhh cantik banget kalo penampilan kasual gitu ya sontak Denis lansung menjitak Yudis, eits sabar bro Rara pun akhirnya sampai di parkiran, Rara sedikit kaget karena berjarak beberapa meter darinya terlihat Denis sedang melihat ke arahnya. Buru - buru Rara melangkahkan kakinya untuk segera memasuki mobilnya, melihat itu Denis pun tidak membuang kesempatan untuk berjalan menuju ke arah Rara Yudis yang melihat hanya bengong, Bro bawa aja mobil gue perintah Denis. Ketika Rara Membuka pintu Mobil dengan cepat Denis menggandeng Rara menuju kursi penumpang, dan Rara kaget dengan kejadian yang begitu cepat, dan tiba - tiba aja Denis sudah berada di Kursi pengemudi Kamu mau diantar kemana Ra? Rara hanya bengong dan bingung. Ra, mau kemana? Ngapain Bang Denis di mobil Rara, Bang Denis bisa turun sekarang, Rara bisa berangkat sendiri ga perlu diantar. Ya sudah kalo kamu ga mau diantar Abang tidur aja disini. Ya sudah Abang tidur saja disini, Dengan Cepat Rara keluar dari mobilnya dan segera meninggalkan Denis, kebetulan Davi lewat hendak masuk mobil untuk pulang. Mas Davi tunggu Rara bisa nebeng ke kampus ga? Mobil kamu kenapa Ra? lagi males nyetir Mas, boleh ya mas nebeng, Boleh banget buat kamu, kemana kamu mau pergi Mas Davi siap antar jemput. Sontak Denis beranjak dari tidur - tiduranya mendengar Rara memanggil nama Davi. Dan alhasil Rara sudah masuk ke dalam mobil Davi dan tidak lama Mobil yang Rara dan Davi tumpangi sudah meninggalkan area parkiran. Denis pun segera keluar mobil dan dengan wajah kesal langsung membating pintu mobil Rara Hahahahaaha.... kenapa bro gagal maning ya usaha dekatin mantan terindah hahahaha Sialan lo Yud bukannya bantuin malah ngatain mulu hahahah sumpah asli ne cewek kekeh banget ya.... Seorang Denis yang gampang buat cewek klepek - klepek ditolak mentah - mentah bro..Saingan lo berat bro.... Sudah ga usah dibahas, mending sekarang kita balik aja ke mess Kring... Kring ...tiba - tiba telpon Denis berdering Assalamualaikum, iya mas kenapa? Den kamu lagi Dinas atau free sekarang? Sudah Free mas Kamu bisa ke kampus Mas Daniel ambil oleh - oleh buat mama, mas Daniel belum sempet pulang ke rumah mama masih repot banget. Mas Daniel sharelock ya lokasinya. Ok mas segera meluncur... Sementara itu akhirnya Rara sampai juga di kampus. Makasi ya mas sudah mau nganterin Rara, jadinya Rara ga telat. Sama - sama Ra. Kamu nanti pulang jam berapa biar mas Davi jemput lagi Ga perlu mas, nanti Rara bareng temen Rara aja pulangnya Ya sudah kalo gitu, kalo perlu dijemput kamu telp mas Davi aja langsung ya Ok siap mas, makasi banyak ya... Da.... Rara pun melihat jam tangannya sudah hampir telat masuk kelas, buru - buru Rara melangkahkan kakinya. Ketika hendak melanghkah menuju kelas Rara berpapasan dengan dosennya. Selamat sore Pak Daniel Sore Adera, baru datang kamu? Iya Pak, apa kelas sudah di mulai pak? Belum, saya juga baru datang kok. Sudah siap buat ujian Adera? Harus siap Pak. Ya sudah saya ke ruangan saya dulu setelah itu saya ke kelas, tolong sampaikan ke teman - teman 10 menit lagi Ujian di mulai ya. Baik pak akan saya sampaikan. Denis pun melajukan mobilnya dengan lebih kencang untuk bisa segera sampai di Kampus Kakaknya. Akhirnya sampai juga Denis di Kampus Kakaknya mengajar. Ketika Denis keluar dari mobil Denis melihat - lihat area parkir yang amat luas. Namun tiba - tiba saja yang ada mengagetkan Denis dari belakang. Eh bocah ngapain disini? Sontak Denis kaget dan meoleh kebelakang Lha Mas Daniel ngagetin aja Cepet banget kamu sudah disini, tapi mas buru - buru sekarang harus ngawasi ujian Ayo langsung ke ruangan Mas aja. Biar Ga bengong sendiri kamu apa mau lihat - lihat cewek cantik? Siapa tahu ada yang khilaf dan nyantol sama perjaka tua kayak kamu. Busyet dah punya kakak satu s***s amat ya sama adek sendiri, ya di doain yang baik - baik kenapa biar beneran ada cewek cakep yang nyantol bukan karena terpaksa... Hahahaha...... kamu aja yang ga pinter sudah dimodali wajah lumayan masih ga bisa - bisa aja punya pacar. Bukannya ga bisa tapi masih berjuang menaklukan rintangan dulu. Kalo yang klepek - klepek banyak mas tapi belum ada yg klik, ada yang klik tapi busyet susah amat. Ya sudah kamu tunggu sini ya mas nungguin ujian bentar, kamu kalo mau jalan - jalan ga papa nanti kamu balik lagi ke sini. Ok mas santai aja. Selang 2 jam berlalu akhirnya ujian selesai juga. Silahkan masuk Adera, untuk lembar jawaban teman - teman bisa kamu simpan diatas meja saya. Terus untuk perkembangan Tesis kamu sudah sampai mana? Ada kesulitan tidak? Baik pak, sejauh ini masih lancar - lancar saja Pak belum ada kendala. Baguslah kalo ada masalah atau kesulitan kamu bisa konsultasi ke saya langsung atau ke dosen pendamping dua. Dosen Pendamping duanya siapa Adera? Dosen pendamping dua saya Bu Hartina Pak. Loh Den Dari mana kamu kirain sudah pulang. Dari toilet mas. Oya Adera kenalkan ini adik saya Denis Sontak Rara hanya terdiam dan hanya menganguk sebagai sopan santun Denis pun setengah tak percaya dunia ini sempit sekali Hai Ra kita ketemu lagi ya, sepertinya kita berjodoh Loh kalian sudah kenal? Rara hanya diam tapi tidak dengan Denis Sudah Mas, sudah lama sekali kenalnya. Memangnya kalian kenal dimana? Di pontianak mas waktu Denis Dinas disana Loh itu kan sudah 10 tahun yang lalu ya, kira - kira Adera masih SMA mungkin ya Iya pak saya kelas 3 SMA waktu itu. Kalau begitu saya permisi dulu pak sudah malam Ow iya Adera hati - hati ya. Rara pun beranjak meniggalkan ruangan Pak Daniel tanpa meoleh ke arah Denis sama sekali. Kalo begitu saya permisi ya pak selamat malam. Mas, maaf ya oleh - oleh buat mama besok aja aku ambil ke rumah Mas Daniel, Kamu mau kemana kok buru - buru amat Mau mengejar calon masa depan mas sebelum kesambet orang lain. Maksud kamu mau mengejar Adera? Nanti aja mas ceritanya, duluan ya mas... Sementara itu Rara berusaha cepat melangkahkan kakinya untuk segera meninggalkan kampusnya Sesampainya di parkiran Rara berusaha untuk memesan aplikasi online untuk pulang ke rumah Belum sempat menekan tombol memesan Denis lebih dahulu merebut Hape Rara dan mematikannya. Bang Denis ngapain si, kembalikan Hape Rara, buruan kok Rara ga punya waktu buat Bang Denis Ayo ikut Abang, sudah malam biar Abang antar pulang, Denis menggandeng tangan Rara untuk menuju mobil Dengan cepat Rara menghempaskan gandengan Denis dan akhirnya terlepas. Kenapa si Bang Denis ini maksa banget, Rara bisa pulang sendiri ga perlu Abang antarin, Rara sudah biasa sendiri Jadi ga perlu maksa - maksa untuk nganter Rara. Kembalikan Hape Rara S..e..k..a..r..a..n..g!!!!!! Kalo abang ga mau kembalikan Hape kamu gimana? Kalo emang Abang maksa nganter kamu memang kenapa? sambil melangkah kedepan Denis semakin membuat Rara melangkah mundur dan akhirnya terpojok tak bisa mengelak dan Denis memajukan wajahnya mendekatkan ke Rara, seketika Rara memalingkan wajah dan memejamkan matanya Ternyata yang dibayangkan Rara tidak terjadi, Kamu mikir apa, dan ternyata Denis hanya mengacak - acak rambut Rara. Kamu Abang antar atau kamu mau Abang cium disini Sontak Rara melotot ke arah Denis Abang gila ya Iya Abang gila, tergila - gila sama kamu. Cepetan masuk ke mobil sekarang atau abang cium kamu sekarang Melihat kenekatan Denis Rara akhirnya menurut masuk ke dalam mobil dari belakang Denis tersenyum menang melihat Rara masuk ke dalam mobil. Didalam perjalan pulang bolak balik Denis melihat ke arah Rara yang selalu melihat ke arah luar jendela. Tanpa persetujuan Rara, Denis langsung membelokkan mobilnya ke sebuah Cafe. Kok berhenti disini bang, bukannya tadi mau antar Rara pulang Kamu belum makan kan dari tadi pulang kerja, ayo kita makan dulu Rara ga lapar, Rara mau pulang saja, kalo abang mau makan masuk aja sendiri Rara tunggu disini aja Ya sudah kalo begitu kita berdua menunggu disini aja. krucuk ..... krucuk ...... krucuk terdengar suara perut Rara Rara pun malu ternyata ketahuan sedang lapar. Tuh kamu ga kasian sama perut kamu yang lagi lapar, jangan keras kepala ayo kita turun Mau tidak mau Rara kembali menurut dengan saran Denis. Denis pun tersenyum melihat wajah juteknya Rara yang menurut Denis membuat Rara menjadi semakin menggemaskan. Sambil menunggu pesanan mereka datang Rara hanya sibuk dengan HP nya dan sibuk menjelajahi sosmednya. Melihat hal tersebut Denis hanya memamandang tajam ke arah Rara yang sama sekali tidak digubris Rara. Ra, bisa ga jangan pegang Hape terus seperti itu, hargai orang yang ada bersama kamu Spontan Rara menghentikan aktivitasnya dengan HP nya. Cukup lama keheningan terjadi sampai akhirnya pesanan mereka datang Pesanannya ini ya mas sudah lengkap semua, selamat menikmati Terima kasih mbak. Lagi - lagi hanya keheningan yang terjadi antara mereka kita sedang makan, dan hanya bunyi sendok yang terdengar sampai mereka selesai makan. Ayo kita pulang Bang, kita sudah selesai makan Tunggu dulu Ra, Abang mau bicara sama kamu Ra apa setiap kali kita bicara kamu bisa melihat lawan bicara kamu Rara hanya menuduk atau sekali - sekali melihat ke arah luar Cafe dan tak sekalipun melihat ke arah Denis Ra Abang kangen sama kamu, 10 tahun bukan waktu yang sebentar Ra, Meskipun kita dulu hanya menjalin hubungan yang sangat singkat tapi jujur Ra Abang ga bisa lupa sama kamu Abang selalu berharap dan berdoa suatu saat kita akan dipertemukan lagi. Abang ga percaya saat melihat kamu pertama kalinya kemarin di Kantor kamu, Abang pikir Abang hanya berhalusinasi melihat kamu ternyata itu kenyataan bukan halusinasi Abang. Jujur Abang masih sayang sama kamu, melihat kamu sekarang dengan semua yang kamu capai dan dengan Abang tahu kamu melanjutkan kuliah lagi semakin membuat Abang kagum dan bangga Ra. Abang ingin minta kesempatan itu lagi dari kamu. Rara hanya diam mendengarkan semua pengakuan Denis, dan saat itulah Rara memberanikan diri untuk melihat Denis, memastikan ada kebohongan atau tidak dalam semua ucapan Denis, dan sayangnya Rara menangkap semua ucapan yang keluar dari Denis adalah tulus dan tidak ada kebohongan. Ra abang tanya sekali lagi ke kamu, bisakah kamu memberikan abang kesempatan lagi? Abang butuh jawaban kamu Ra Kalo Rara tidak mau kesempatan lagi sama Abang bagaimana? Deg .... jantung Denis rasanya berhenti mendengar jawaban lugas dan tegas dari Rara Abang akan terus berusaha meluluhkan kamu sampai mau memberikan kesempatan lagi. Sampai kapan akan bertahan dan berusaha seperti itu? Sampai batas waktu yang ga terbatas Tidak mungkin sampai waktu yang ga terbatas pastinya ada batas waktu batas waktu itu akan habis dengan sendirinya jika Rara akan memutuskan akan menikah dengan orang pilihan Rara dan saat itu pastinya batas waktu yang Abang miliki Mendengar ucapan Rara seperti ada palu yang menghantam hati Denis. Rara hanya tersenyum sinis, dan itu terlihat jelas dalam pandangan Denis. Apa kamu sudah ada calon Ra? Ra, sebenci itukah kamu sama Abang sampai kamu tidak bisa memberikan kesempatan lagi? Rara ga pernah benci sama abang, tapi Rara ga bisa lagi untuk percaya sama Abang. Ra, Abang mohon beri Abang kesempatan, Abang akan buktikan kalo Abang akan bisa mengembalikan kepercayaan kamu ke Abang. Sudah malam Bang kita pulang sekarang. Sesampainya di depan rumah Rara hanya keheningan yang terjadi. Terima kasih sudah diantar pulang, Rara masuk duluan bang. Belum sempat Rara membuka pintu kamar Denis dengan cepat menarik dan memeluk Rara dengan erat. Rara hanya mampu terdiam tanpa tahu harus bereaksi seperti apa. Maafin Abang, Abang kangen kamu Ra. Abang akan berjuang sampai dengan batas waktu yang tak terhingga untuk bisa buat kamu kembali ke Abang lagi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN