10 Tahun Kemudian........
Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat untuk Rara melewati kehidupan sebagai anak Rantau.
Setelah lulus SMA akhirnya Rara diterima di salah satu kampus bergengsi di kota Malang ini.
Dan Rara berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu 3,5 tahun dan sekarang Rara sudah
bekerja di salah satu perusahaan Real Esteat terbesar di kota Malang sebagai salah satu kepala
Divisi. Dan saat ini Rara sedang menempuh pendidikan Magister di kampus yang sama dengan
sebelumnya.
Ra kamu apa lembur lagi hari ini?
Iya mas kenapa? ada yang bisa Rara bantu mas?
Ga ada cuma nanya doank siapa tahu kamu mau kencan
Hadeewww Mas Ruli apaan si... lagian Rara mau kencan sama siapa coba pacar aja ga punya
Ya salah kamu sendiri kenapa ga cari pacar, lagian ya Ra aku tuh gagal paham sama kamu
Lha kenapa Mas Ruli Gagal paham sama Rara
Kamu itu cantik, pinter, mandiri, karier bagus yang antri buat daftar jadi pacar kamu buanyakkkkk
kurang apa lagi coba? terus kamu mau cari yang gimana si Ra
Ga cari yang gimana - gimana Mas, Rara belum mikir karena masih fokus selesaikan kuliah dulu.
Mas itu kenapa ya Rame banget depan pintu keluar kantor?
biasalah RI satu mau datang jadi pada di sterilkan, dan salah satu tempat buat nangkring bagian
kemananan salah satunya depan pintu keluar kantor ruangan kita, katanya sih akses untuk
pengawasan lebih dekat dan jelas untuk mengawasi orang - orang yang lewat.
Berapa hari mas ?
Tiga harian kalo ga salah dengar tadi. Tadi kepala security kantor bilang ke aku gitu si Ra?
Oh ya Ra komandanmya ada yang guanteng loh Ra, tadi anak - anak CS dan frontline heboh
Kamu ga pengen ikutan jadi geng heboh lihat komandan ganteng Ra?
Kurang kerjaan apa ya ngurusi komandan ganteng, ngurusi berkas pemeriksaan aja sudah repot
banget kok ditambah suruh masuk geng sesaat, mending buat tidur aja.
Mas Ruli sudah mau pulang kah? Belum bentar lagi Ra, nanggung tinggal dikit lagi posting data
Emang kenapa? ga ada cita - cita lembur kah mas? Ga ada, idih ketus banget si jawabnya
lagi PMS ya mas, bukan gue yang PMS, Bini gue Yang PMS... HAHAHAHAHA rasain lo mas
seneng banget ya kamu Ra kalo aku menderita. Ya iyalah kapan lagi lihat mas Ruli menderita.
Sementara dari luar pintu keluar kantor
Sore Kapten hormat beberapa personil kemanan kepada atasan mereka yang baru datang. Bagaimana
kondisi lokasi steril dan aman kan? Siap kapten aman terkendali. Ketika si Kapten melihat lihat ke segala
arah matanya tertuju pada satu ruagan yang menunjukkan seorang wanita cantik yang kini lebih anggun dan dewasa
seseorang yang pernah dia sakiti, Adeera satu nama keluar dari bibir si Kapten. Ya Kapten itu adalah Denis.
Benarkah itu kamu Ra? atau hanya sekedar mirip kamu Ra?
Ketika Ruli keluar kantor dicegat oleh Denis, Mas maaf mau tanya,
Iya pak komandan ada yang bisa saya bantu?
tadi saya ga sengaja melihat mas ngobrol sama Mbak - mbak rambut panjang sepertinya saya kenal, teman
saya atau bukan karena kami sudah 10 tahun tidak pernah ketemu. tapi agak lupa bener teman saya atau bukan,
kalo boleh tahu namanya mbak di dalam itu apa Adeera? biasanya dipanggil Rara?
Iya benar Pak, itu Adeera apa perlu saya pangilkan pak? Oh ga perlu mas biar nanti saya menyapa
sendiri waktu pulang kerja. oh kebetulan Adeera hari ini lembur Pak mungkin sampai malam.
Terima kasih infonya ya mas. sama - sama pak, mari saya duluan.
Ra... akhirnya aku menemukanmu setelah 10 tahun berlalu, 10 tahun membuatmu menjadi wanita yang dewasa
dan anggun, apakah kamu masih sendiri atau kah sudah ada yang memilikimu Ra? Hanya tatapan menahan
kerinduan yang teramat sangat dengan perasaan haru dan bangga melihat gadis ABG nya menjadi wanita dewasa.
Ampun capek banget... sambil meregangkan otot - ototnya Adera melihat jam yang ada di tangannya, Ia pun
Kaget karena sudah hampir jam 10 malam dia masih berada di Kantor. Ampun DJ ternyata sudah malam banget.
Buru - buru Adeera telpon security untuk membantunya menutup ruangan kantornya karena dia karyawan terkahir yang
pulang jadi wajib laporan security untuk melakukan kontrol terakhir kondisi area kerja untuk memastikan keamanan.
Malam mbak Rara, kok tumben malam banget mbak,
lha iya itu pak saya pikir masih awal karena di depan masih ramai yang ngobrol ternyata petugas jaga RI 1.
Iya mbak memang ramai, dan lagian ada komandan gantengnya datang mbak jadi anak buahnya ga berani kemana - mana.
Ya sudah pak saya pulang duluan ya pak. Nanti langsung dikunci saja pak Minta tolong besok pagi jam 6
sudah dibuka ya pak, soalnya saya datang pagi.
Baik mbak Rara hati - hati di jalan ya.
Selamat malam bapak - bapak maaf saya permisi ya pak lewat, duluan ya pak
Ow iya mbak silahkan maaf kami menghalangi jalan.
Adeera berlalu sambil memberika senyum ramah kepada semua petugas keamanan.
Ya ampun mbak itu cantik banget sopan juga.... komen salah satu penjaga.
Dari balik tiang menuju arah parkir ada seseorang yang sudah menanti Adeera pulang.
Ra baru pulang??
Spontan Rara berhenti dan terkejut mendengar suara seseorang yang menyapanya tadi, seperti
suara sesorang yang sudah lama sekali menghilang dari kehidupan Adeera, perlahan Rara menoleh
ke arah sumber suara tadi, dan betapa terkejutnya siapa yang Rara lihat, Bang Denis batin Rara
spontan Rara mundur beberapa langkah ke belakang.
Ra apa kabar? Apa setiap hari kamu pulang malam seperti ini? apa kamu sudah makan malam?
bertubi - tubi pertanyaan yang diberikan Denis tak satupun yang dijawab Adera.
Maaf anda siapa? hanya pertanyaan itu yang keluar dari mulut Rara
Dengan Raut keheranan Denis mendekat ke arah Rara, apa sebenci itu kamu Ra sampai melupakanku
sebegitunya, sampai sudah tidak mengenaliku lagi?
Maaf saya benar - benar lupa
Denis membuka topinya dan melihat Rara dengan seksama, kamu masih lupa Ra?
mau tidak mau Rara tidak bisa mengelak lagi,
Oh dengan gugup hanya kata itu yang mampu terlontar dari mulut Rara.
Maaf permisi saya mau lewat Pak, saya harus segera pulang pak sudah larut malam
belum sempat Rara berlalu Denis sudah menarik pergelangan tangan Rara, berhenti Ra
Bang Denis antar kamu pulang sudah malam, lagian kamu juga belum makan ayo makan dulu
Maaf bisa lepaskan tangan saya? jangan khawatir dengan saya, saya sudah terbiasa pulang sediri
dan saya membawa kendaraan sendiri, pemisi selamat malam.
Rara berusaha tetap menggunakan bahasa formal dan itu membuat Denis tidak sabar karena Rara masih
berusaha untuk tidak mengenal Denis.
Adera Prameswari apa perlu saya teriak disini biar semua orang datang kesini?
Kamu boleh pulang tapi kamu harus ikut makan sama Abang tidak ada penolakan kecuali jika kamu
mau semua orang akan datang kesini.
Mau tidak mau Rara menuruti Denis
Maaf saya menggunakan mobil saya sendiri silahkan anda mengikuti dari belakang saja
tidak mau berdebat Denis akhirnya menuruti permintaan Rara.