***Makin cinta***

1011 Kata
Aku kaget dengan pertanyaan anakku karena beberapa tahun lalu Fida dengan jelas mengatakan tidak ingin Aku menikah lagi.tapi sekarang tiba2 dia bertanya kapan Aku menikah? sudah 2 minggu ini Aku memikirkan cara mengatakan pada anak2ku jika Aku ingin menikahi eci dan Aku bertekad untuk membujuk mereka supaya menyetujui pernikahanku karena eci pernah mengatakan padaku dia tidak Akan menikahiku tanpa restu anak2ku karena menurutnya jika anak2 tidak merestui maka pernikahan Kami tidak Akan baik2 saja "Fida kenapa tanya gitu?Fida setuju kalau bapak nikah lagi?" "iya Pak Aku sama fani setuju bapak nikah lagi,bapak sudah lama banget sendiri.gak ada temennya."jawab Fida "kalau kalian setuju,bapak seneng banget.insyaallah secepatnya karena itu sudah niatan bapak"jwbku "dengan tante eci kan Pak?"Tanya Fani "insyaallah sayang,kalian setuju Kan kalau calonnya tante eci?" "setujuuuu....."jawab Fida dan fani bebarengan hati ini rasanya lega sekali.setelah sekian tahun anakku tidak memberikan restunya,kali ini entah mengapa justru mereka yang mendorongku untuk menikah lagi. setelah makan Aku dan anakku mampir makan durian di dekat taman kota.kami menikmati beberapa buah durian sembari menikmati Indah Taman Kota dimalam Hari "Tristan,Ada disini juga?" tiba2 suara perempuan mengagetkanku "eh iya...oooo erni sama siapa?" ternyata dia erni teman sma ku "ini sama teman2ku .hai...ini pasti anak gadisnya Pak Tristan ya"erni menyapa kedua putriku mereka bersalaman lalu kami basa basi sebentar dan erni meminta nomor hp ku karena hp lamanya hilang "oke Tristan Aku pamit dulu...nanti Aku hubungi kamu.tante pulang dulu ya sayang"pamit erni pada Kami "itu siapa Pak,kok sok kenal banget hahahaha"ucap Fida "hahahah kamu bisa aja,dia teman SMU bapak" "kliatannya dia suka bapak ya....caper banget Pak"Kata fani "walah,bisa aja kamu.dia memang gitu rame orangnya" "oooo tapi Aku gak setuju kalau bapak sama tante itu...genit Pak"seloroh fida hahahaha anakku memang peka.erni memang genit,3 tahun lalu dia pernah mendekatiku bahkan tidak segan2 menawarkan dirinya untuk tidur dirumahku.sering sekali memancingku untuk keluar malam dengannya,karena itulah Aku menghindarinya. diusiaku sekarang terlebih dengan hadirnya 2 putriku Aku tidak ingin menjalin hubungan dengan perempuan yang terlalu vulgar bahkan suka dengan dunia malam karenanya Aku selalu menghindarinya setelah makan durian,Aku membeli beberapa buah untuk kubawa ke rumah eci setelah mengantar anak2 kerumah ibunya,Aku bergegas kerumah eci.jam sudah menunjukkan pukul 8.30 tapi Aku sudah tidak sabar ingin mengatakan bahwa Aku Akan menikahinya "sayang,Aku didepan rumahmu...buka pintu ya"Aku kirim WhatsApp tak berapa lama,eci sudah berdiri dihadapanku.mengenakan daster sepertinya sudah bersiap tidur "lha bukannya kamu jalan sama anak2 ya mas?"Tanya eci "iya ini baru pulang.ini Aku bawakan durian buat kamu"kusodorkan durian padanya "wah...trimakasih mas.ayo makan sama Aku"jwbnya seraya melangkah masuk kedalam "Aku sudah makan tadi sayang,ini buat kamu aja.aku temani ya"jwbku seraya membuka sebuah durian "ehm...Manis,enak mas.kamu pinter pilih durian,kalau gak ngerti sama sekali hahahaa"eci tertawa. "sayang,gak bisakah kamu biasakan panggil Aku sayang?"kutatap matanya dengan lekat "ih...mas jangan liatin kayak gitu"eci menunduk,dia memang sangat malu kalau Aku melihatnya lekat2 "makanya panggil Aku sayang ..Ayo...kalau nggak semalama. juga Aku liatin kamu"godaku "ih...apaaan sih mas...mas...ahhhhh"dia tertawa malu "sayang....makasih ya duriannya"akhirnya dia mengatakan juga dengan wajah memerah "nah,gitu kan enak didengar.trimakasih sayang....kapan Kamu siap menikah?tanyaku tiba2 "hah?nikah?kamu kesambet apa tiba2 nanya nikah?anget mas?eh sayang?"tanyanya sembari meletakkan tangannya Di dahiku "lha...waras Aku sayang.aku mau mrnikahimu, secepatnya.mau?" "eh...ehm...kok mendadak gini.bagaimana dengan Fida dan fani.kalau anak2ku kamu sudah tau mereka menyukaimu.tapi anak2 kamu...."eci terdiam "kenapa anakku sayang?tanyaku "Aku pernah dengar temanmu cerita kalau kamu tidak menikah karena anak2 tidak mau bapaknya menikah lagi, karena itu Aku gak mau menikah denganmu tanpa persetujuan mereka,Aku tidak mau berseteru dengan anak sambungku sayang"jwb eci seraya menunduk "iya itu dulu sayang,sekarang anakku sudah besar.mereka sudah mengerti kalau bapaknya juga butuh seseorang untuk menemani.percaya sama Aku, atau jangan2 kamu tidak ingin menikah denganku ya?" godaku "ih...bukan begitu.anakmu perempuan mas.aku tidak ingin bermusuhan dengan mereka.hal itu gak akan baik untuk rumah tangga kita.aku pernah gagal Dan jika Aku memutuskan menikah lagi,Aku tidak ingin gagal lagi"jwb eci "percaya sama Aku ya,Aku Akan sekuat tenaga membuat rumah tangga kita bukan hanya utuh tapi diselimuti kebahagiaan,anak2 sudah menanyakan kapan Kita menikah.mereka setuju asal calonnya itu kamu"jawabku sembari menyentil hidung eci "hah...yakin sayang?secepat ini mereka menyetujui?ketemu juga baru sekali.masak sih"eci Ragu "yakin dong.mungkin mereka Ada feeling kalau kamu akan menyanyangi bapaknya dengan tulus makanya mereka setuju"godaku "ih...kamu tuh emang suka gombal"kekeh EC ring...ring...ring... nomor tidak kukenal. "kok gak dijwb sayang..siapa tau penting"matanya melirik ke layar ponselku "nomornya gak Aku kenal" "ya dijawab siapa tau teman kamu ganti nomor"Kata eci "oke...." Ku loadspeaker ponselku "assalamualaikum...." "waalaikumsalam...Tristan ini nomor baruku,save ya"suara perempuan diseberang eci mengernyitkan dahi mendengar suara perempuan menelfonku dimalam hari.dia beranjak berdiri dan berjalan ke dapur.raut wajahnya masam.mungkinkah dia cemburu Aku mengikutinya kedapur dengan telepon tetap ku load speaker "oalah iya.makanya Aku kok gak tau ini siapa"jwbku "lama kita Gak komunikasi,ini Aku lagi dirumah ibuku Tristan,dekat dari rumahmu.masih sore nih,keluar ke batu yuk cari Ketan dan s**u hangat"ajak erni "wah..Maaf Aku gak bisa"jwbku "Dari dulu kamu Gak bisa trus tristan"jwb erni eci berdiri didepan tempat cuci piring,terlihat mukanya masam sekali.kupeluk dia Dari belakang "iya er...ada hati yang harus Aku jaga"jwbku sembari kurapatkan pelukanku "wah ..Aku telat nih.kok kamu Gak pernah cerita" "ya kalau belum jelas kan buat apa cerita,kalau sekarang insyaallah secepatnya Aku melamarnya ya baru Aku cerita hehehe"jwbku,kubalikkan tubuh eci sehingga dia berhadapanan denganku dan kupeluk erat dia "oalah iya deh Tristan,Aku dipanggil ibu.nanti sambung lagi ya"telpon lgsg mati "sayang. ..kamu marah ya.dia erni teman SMU ku.aku gak Ada hubungan apa2 dengannya"kuelus rambut eci "ehm...Aku gak nyaman aja ada perempuan lain menelfonmu sampai mengajakmu keluar malam2 begini"jwb eci "iya sayang,Aku Gak pernah mau kok diajak kluar.kamu dengar sendiri kan dia selalu Aku tolak.aku gak suka perempuan yang hidupnya liar sayang" " terlebih sekarang Aku mencintaimu,hanya kamu dihatiku Dan hanya kamu yang bisa mengajakku pergi kemana saja"sambungku eci tertawa dia semakin tenggelam dalam pelukanku.ini pertama kalinya kami berpelukan.pertama kalinya Aku memeluk perempuan setelah 7 tahun menduda.hangat Dan nyaman sekali memeluk perempuan yang Aku cintai jam menunjukkan pukul 10:00. "Aku pulang dulu ya sayang,besok libur latihan pagi2 Aku kesini temani kamu.jangan murung lagi ya.kamu perempuan satu2nya Yang Aku cintai.percayalah"ucapku "iya sayang...semoga saja.aku Gak siap makan hati kalau liat Ada perempuan lain mendekatimu"jwb eci "Yang penting kan Aku tidak mau didekati sayang" "eh iya sih"jwb eci tersenyum
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN