jam 10 Aku sudah bersiap berangkat ke depot eci.aku bingung dengan diriku sendiri yang bingung sendiri ingin cepat2 ketemu eci
jam 11 Aku sudah sampai di depot.eci terlihat terkejut melihatku
"Lho mas,katanya jam 1.ini belum siap mas"ujarnya sambil tergopoh2
ah cantik sekali dia,ingin sekali Aku mengusap keringat didahinya.
"iya mbak...saya mau sarapan dulu disini Sama ngopi"jwbku
"oalah iya mas,saya sampai kaget.saya kira saya salah baca WA nya"sahutnya dengan senyum manisnya
Aku memesan nasi untuk sarapanku dan kopi Susu
sembari makan kubuka laptop ku, seolah2 Aku sedang mengerjakan sesuatu padahal ini hanya pengalihan saja supaya eci tidak menyadari sedang kuperhatikan
"permisi mas,ini nasinya sudah selesai.mau dibawa sekarang atau nanti?"tiba2 eci sudah berdiri didepanku
kulirik jam tanganku.masih pukul 12:00.ah masih 1 jam lagi dari waktu yang dijanjikan.sayang kalau Aku harus meninggalkan tempat ini lebih awal.
"Masih jam 12 nanti saja jam 1,gapapa kan saya nunggu disini dulu daripada bengong sendiri Di lapangan"jawabku
"boleh mas gapapa kok...silahkan dilanjut ngopinya,saya kebelakang dulu"sahut eci
"oke mbak..."jawabku
ah bodohnya Aku,...rutukku dalam hati.bodoh kenapa tidak berusaha mencari bahan obrolan supaya bisa mengenal eci lebih jauh.aku benar2 tidak tahu cara mendekati wanita.seumur hidup Aku tidak pernah pacaran.menikahpun karena dijodohkan
kembali Aku tenggelam dengan laptopku.sampai jam sudah menunjukkan pukul 12:45.aku memesan taksi online untuk hal membawa nasi kotak.tak lama taksi pesanan ku sampai dan segera meninggalkan depot menuju lapangan
Aku membereskan laptop dan berjalan menuju kasir.semakin mendekati meja kasir,jantungku semakin berdegup kencang sekali.
"berapa total semua mbak?" tanyaku
" ini mas total semuanya"sahutnya seraya menyerahkan nota
"makan dan kopi saya mbak"
"ooo ndak usah itu mas,bonus krn mas sudah pesan nasi kotak"jwb eci
"wah beneran mbak?saya jadi sungkan lo"
"Gak papa mas terimakasih banyak sudah pesan nasi kotak didepot saya"sahutnya sembari tersenyum
ah sial manis sekali senyuman itu.kenapa dia begitu indah dimataku
setelah membayar Aku berkata pada eci
"makasih ya mbak,lain waktu kalau butuh nasi kotak saya pesan disini lagi.trumakasih kopi dan sarapannya"
"sama2 mas..."senyum tak pernah lepas dari bibirnya
"saya berangkat latihan dulu mbak.doakan Tim saya menang ya mbak"
"eh hehehe oke siap mas"sahut eci tersenyum malu
akupun terkejut dengan kata2 yang keluar dari mulutku.bagaimana Aku bisa meminta doa seperti seorang suami meminta doa pada istrinya
sepanjang perjalanan menuju lapangan,Aku senyum2 sendiri
menyadari tingkah konyolku.aku terus berpikir bagaimana caranya lebih dekat dengan eci