6 bulan sudah Aku tidak berkomunikasi lagi dengan mira.hanya sesekali saja dia datang kerumah mengantar anak2 untuk menginap
Aku bersyukur dia tidak lagi berbuat aneh2.mungkin dia sudah sadar sekarang Rey lah yang harus dia perhatikan
ting....
1 pesan dari kakakku Tomi
"sore ini kamu ada dirumah?"
"iya bang...ada apa?" balasku
"Aku mau kerumahmu,ada perlu"bls abangku
"oke Aku tunggu dirumah"
jam menunjukkan pukul 4 sore saat Tomi tiba dirumahku.dia datang bersama istrinya dan wanita yang pernah dikenalkan padaku dirumah ibu.dewi...
entah mengapa mereka datang kerumahku
Kami semua duduk diruang tamu.
"mas,ini Aku bawakan oleh2.kue buatanku sendiri"ucap Dewi
"trimakasih jangan repot2,Maaf ini suguhannya hanya air putih."sahutku
"Tristan Aku naik keatas ya mau lihat ternak burungmu"ujar mas Tomi sembari berjalan cepat bersama istrinya
Aku paham betul dia sengaja meninggalkanku dengan Dewi
"Oiya mas anak2 kemana?kok sepi" Dewi memecah keheningan diantar Kami
"anak2 dirumah Ibu nya,weekend saja mereka kesini,anaknya mbak Dewi kuliah ya dimana mbak" Aku mencoba mencairkan suasana
"kuliah Di universitas Islam mas...panggil Dewi saja mas biar lebih akrab"ujarnya
Aku merasakan ketertarikan Dewi padaku.tapi Aku memilih bersikap dingin karena memang Aku tidak ada rasa yang sama dengannya terlebih anakku juga tidak mau Aku bersama perempuan lain.aku tidak ingin Dewi berharap padaku
untuk saat ini Aku ingin sendiri dulu.aku tidak ingin menyakiti hati perempuan manapun dengan memberikan harapan palsu.
Kami menikmati kue yang dibawa kue dalam diam hanya sesekali dia menanyakan padaku tentang pekerjaanku atau anak2ku
"sudah maghrib Ayo kita pulang,lain waktu Kita main kesini lagi"suara kakakku memecah keheningan Kami
"ah iya bener mas Tomi.aku juga sampai lupa waktu"jwb Dewi sembari melirikku
"Aku pamit dulu ya...nnti Malam mampirlah kerumah ibu ada yang ingin Ibu sampaikan padamu"Kata abangku
"iya bang"
"mas Aku pamit dulu ya...sesekali main2lah kerumahku mas.aku akan bikin masakan kesukaan kamu"ucap Dewi
"insyaallah"jawabku singkat
mereka pun berlalu dari hadapanku
setelah shalat isya Aku bergegas kerumah ibuku.ada hal penting apa yang ingin disampaikan Ibu padaku,membuatku sangat penasaran karena selaman ini Ibu tidak banyak berbicara serius denganku
"assalamualaikum Ibu...tadi mas Tomi kerumah bilang katanya Ibu ingin bicara denganku,Ada hal penting apa bu?tanyaku
"Tristan,sudah hampir 3tahun kamu hidup sendiri.tidakkah kamu ingin berumah tangga kembali? tanya ibuku
"sementara ini Aku masih menikmati kesendirianku bu.aku masih nyaman begini" jwbku
"sampai kapan nak,Ibu cemas memikirkan kamu.siapa nanti yang menemanimu dihari tua,siapa yang merawatmu,yang memperhatikan Pola makanmu dsb.apa kamu juga tidak ingin punya anak?apa rumahmu tidak sepi tanpa kehadiran anak? cecar ibuku
" suatu saat nanti mungkin Aku akan menikah dan punya anak bu.aku sudah seringkali membayangkan hal itu,tapi bukan sekarang,Ibu jangan cemas Aku bahagia dengan kehidupanku yang sekarang.fida dan fani juga sering bersamaku.mereka pelipur laraku bu"jwbku berusaha menenangkan Ibu
"apa jangan2 kamu trauma dengan perempuan?Dan....."suara Ibu terputus
"Dan apa bu?"
"tidak apa2"jwb Ibu
" bu,Aku tahu maksud ibu.jangan berpikir yang aneh2 ya bu.aku normal Aku hanya masih ingin sendiri sembari memperbaiki diri"jwbku
"baiklah jika itu maumu.bagaimana menurutmu si Dewi?dia cantikkan?"Ibu menatapku dengan tajam
"perempuan ya cantik bu.tapi Aku belum tertarik padanya"
"kenalilah dia lebih dalam dulu.dia bukan hanya cantik tapi juga baik dan perhatian"jwb Ibu
"ah Ibu Mira dulu waktu pdkt juga sangat perhatian bu.tidak ingatkah Ibu bagaimana dia sangat perhatian padaku.tapi hari manusia kan berubah ubah bu"jwbku
"dewi sering main kemari.dia mendekatkan diri pada orang tuamu artinya dia memang baik dia tidak hanya mau denganmu tapi juga dengan keluargamu"kata ibu
"Yang namanya pdkt pasti yang terlihat baik2nya bu.ibu sudah dikasih apa saja sama Dewi?tanyaku menggoda Ibu
"dia sering bawa makanan,kemarin Ibu juga diberi mukenah.indah sekali mukenahnya"jawab Ibu malu2
"hahaha sudah kuduga.ibu percayalah padaku suatu saat nanti Aku akan menikah,tapi dengan usahaku sendiri bu.aku akan menemukan pujaan hatiku sendiri tanpa dijodoh2kan bu.cukup sekali Aku dijodohkan dan hancur begini .sekalipun nanti jodohku adalah Dewi biarlah ini mengalir apa adanya tanpa adanya paksaan dari siapapun"jwbku lembut supaya Ibu memahami mauku
"baiklah Tristan Ibu berharap kamu sudah punya Istri sebelum ajal menjemput Ibu,.Ibu ingin mengenal mantu Ibu dulu baru Ibu bisa tenang"nampak setetes air mata disudut mata tuanya
"Ibu pasti panjang umur sampai Tristan menemukan jodoh Tristan ya bu.doakan Tristan mendapat yang terbaik bu" kudekap ibuku yang sudah mulai sesenggukan