Chapter 25: Sayang

1653 Kata

Maya POV Maya masih berlutut, mencoba membangunkan Devin hingga ia tak sadar bahwa kedua penyerang sudah bangun dan salah satunya tiba-tiba menendang tubuhnya dari kanan, tepat di bagian sikunya yang tadi mengenai helm. Badan Maya otomatis oleng, hampir ia terjatuh mengenai Devin, tapi secepat kilat ia langsung bangkit dan memasang kuda-kuda, bersiaga untuk mencoba membanting keduanya lagi. Sayang, belum sempat ia membalas, keduanya sudah naik motor mereka dan kabur keluar, kemungkinan karena mendengar suara tiga satpam yang berbondong datang menghampiri mereka. “Ibu tidak apa-apa?” Salah satu satpam bertanya pada Maya yang kembali berlutut di samping Devin. Sementara kedua satpam yang lain tampak sibuk di telepon. Maya menggeleng. “Saya gak apa-apa pak, tapi ini Pak Devin belum sadar.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN