Maya POV Maya tiba di rumahnya jam 10, dan kantuknya hilang sama sekali. Pipinya bahkan masih memerah dan ia merasa panas, padahal AC kamarnya dingin. Ia berguling-guling sendiri di tempat tidur, dan ketika teringat apa yang dibilang Devin tadi, rasanya ia ingin masih tidak percaya. “Hari ini kita jadian ya.” Kyaaaaaa. Maya akhirnya menjerit girang ke dalam bantalnya. Setelah bertahun-tahun jomblo, tak disangka di usianya yang ke tiga puluh tahun, ia punya pacar lagi. Dan pacaran kali ini langsung serius pula, untuk menuju ke pelaminan. Selain itu, calonnya juga seseorang yang tidak ia sangka-sangka, orang yang sifatnya sangat jauh berbeda dari dirinya. Maya jadi teringat saat pertama kali ia melihat Devin di La Bella Vita. Devin saat itu sedang minum dan bermesraan dengan wanita. Kemud

