Maya POV Maya benar-benar kaget mendengar pengumuman yang baru dibuat oleh sang kakek. Apa-apaan ini? Ayahnya, Silvi dan Ibu tirinya juga sepertinya sama kagetnya dengan dia. Hanya Devin yang tampak santai seperti memang sudah tahu sebelumnya. “Bapak gak bisa begitu dong!” Pak Airlangga, ayah kandungnya yang pertama bersuara. “Kenapa gak bisa? Pencaharian bapak dan perusahaan ST Shipyard, itu semua harta bapak kan? Terserah bapak mau kasih sama siapa. Kan bapak gak ganggu hartamu yang kamu cari sendiri.” Cibir Pak Sudibyo. “Tapi kan..” Ayahnya masih ingin protes. “Kenapa kakek selalu begitu?!!” Kini Silvi yang menjerit tidak terima. “Selalu saja, dari aku masih kecil, selalu Maya, Maya, Maya yang diutamakan!!! Setelah besar urusan jodoh juga Maya yang diprioritaskan, dan kini masalah

