Salam Paham

1189 Kata

“Hani,” panggil Satria dengan nada lembut kepada dr. Dwi. “Ya, Mayor?” jawab dr. Dwi, menatap Satria dengan serius namun tenang. “Apa kau sudah makan?” tanya Satria, matanya tetap menyorot dokter itu. “Belum, saya selesaikan ini dulu,” jawab dr. Dwi sambil menunduk, menulis logistik obat-obatan. Satria beranjak dari kursinya, melangkah ke meja tempat nasi kotak tersusun rapi. Ia mengambil satu kotak dan menyodorkan kepada dr. Dwi. “Makanlah dulu,” ucapnya tegas tapi lembut. “Terima kasih, Mayor,” kata dr. Dwi, menerima kotak itu dengan sopan. Dari sisi Alya, yang sedari tadi memperhatikan, dadanya tiba-tiba berdebar. Napasnya memburu, dan perasaan cemburu mulai merayapi hatinya. Jadi itu caranya … pantas dia selalu menanyakan apakah aku sudah makan … dasar playboy! teriak Alya dala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN