WEDDING FASHION: 21|Penantian

1024 Kata

❤❤❤❤ Pagi-pagi sekali Uli dan Sera sudah duduk di meja makan sambil menunggu jemputan datang. Uli berdecak. "Masakan kamu makin hari makin mantap aja, Ra! Beruntung benget lelaki yang nantinya jadi suami kamu." Pujian itu Uli tujukan untuk Sera yang memang pintar memasak. Sera mengedikan bahunya. "Tapi aku nggak pandai deketin anak kecil kayak kamu tuh," balas Sera. Ini pun benar. "Itu sih kamunya aja yang nggak dari hati," Uli terkekeh. Sera mendelik. "Enak saja!" ujarnya tidak terima. "Gimana kalau nanti kamu nikahnya sama duda anak satu ya, Ra??" Lemparan sapu tangan tepat mengenai wajah Uli. Perempuan itu terkejut sebelum mengeluarkan tawanya. "Amit-amit." Sera mengulang kata-kata itu beberapa kali seraya bergantian mengetuk meja dan kepalanya. "Yang nggak berbontot aja dap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN