86. Menghabiskan Malam

1003 Kata

Sesampainya di rumah mertuanya, Fatwa masih kepikiran soal apa yang terjadi tadi. Dia tidak salah jika mengira Umami dan Ihsan ada percikan api dari rasa saking ketertarikan. Hanya saja mereka berdua sama - sama masih menutuo pintu hati. Apa lagi mereka juga baru saja mengenal. "Kok belum tidur malah senyum - senyum sendiri? Mau minta jatah ya? " bisik Dimas sembari memeluk Fatwa dari belakang. "Aku hanya sedang berpikir bagaimana kalau kita mencoba mendekatkan Umami dan Ihsan ya? Sepertinya mereka berdua saling tertarik" ujar Fatwa. "Ah, kita tidak perlu ikut campur dalam urusan seperti itu. Kalau yang namanya jodoh tidak akan kemana, " sela Dimas mencium pipi sang istri. "Kamu keberatan ya karena pengagummu jadi hilang satu? " sindir Fatwa. "Kamu sendiri lo yang bilang, aku mal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN