12. Bian Penuh Kasih

1137 Kata

Malam ini Fatwa merasa tidak enak, hatinya perih seperti di tusuk - tusuk seribu jarum. "Kenapa perasaan aku gelisah begini? Bagaimana keadaan Aurel ya? Apakah dia baik - baik saja?" batin Warda. Karena keresahan itu tak kunjung reda, Fatwa mencoba menelpon Bian untuk mencari kabar mengenai putrinya. [Hallo, Bian. Apa kamu masih di rumah Tuan Dimas?] [Iya, ada apa, Fatwa?] [Tidak apa - apa, aku hanya ingin tahu bagaimana keadaan Aurel. Karena tadi pas aku lihat di Mall dia tampak kurang sehat] [Dia baik - baik saja, sekarang sudah ada pengasuh baru. Tuh Aurel bisa tidur nyenyak] [Oalah, syukurlah kalau begitu] [Jadi kamu menelpon aku hanya untuk Aurel saja?] [Iya, aku tutup dulu telponnya ya] Fatwa meletakkan ponselnya ke meja, dia menyentuh dadanya yang masih bergemuruh. Entah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN