72. Ujian Cinta

1009 Kata

Malam harinya Fatwa tidak bisa tidur, biasanya akan ada sang suami yang memeluknya. Untuk mengurangi resahnya Fatwa menelpon sang suami. Mereka berdua saling mengobrol sampai larut malam. [Besok kamu harus kerja, ayo sekarang istirahatlah] [Kamu sudah mengantuk belum? Takutnya aku tutup teleponnya kamu malah menangis merindukan aku] [Tidak, aku juga sudah mengantuk. Aku tutup teleponnya ya? Assalamu'alaikum] [Wa'alaikumsalam. Peluk cium jauh untuk istriku tercinta, eh untuk Aurel dan Bastian juga] Fatwa langsung tertawa, dan memutuskan sambungan telepon. Jika tidak maka mereka berdua bisa khilaf saling mengobrol sampai pagi. Tetapi setidaknya rasa gelisah yang sejak tadi dirasakan mulai berkurang. Dan Fatwa bisa tidur dengan tenang. Esok harinya eetelah sarapan Fatwa hanya duduk sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN