Hope.

1145 Kata

    Pria matang bersurai gelap panjangnya memandang jauh ke arah taman dari balik jendela ruang kerjanya. Di rumah ini, ruang kerja Julian memiliki fasilitas pengaman khusus, file penting dan rahasia perusahaan berada di dalam brangkas anti api maupun pembobolan.     Mendesah panjang, Julian mengetuk-ngetuk jari tangan pada meja panjang yang terbuat dari jati berkualitas. Otaknya terus berselancar memikirkan segala yang terjadi akhir-akhir ini. Terutama kejadian tadi malam.     Drrt drrt...     Suara telepon mengalihkan perhatian oniks Julian dari halaman rumah yang tertata apik ini.     "Katakan?"     "Tuan muda William baru sampai di bandara tuan."     "Jemput dia... Antarkan langsung ke ruang kerjaku tanpa sepengetahuan siapapun, termasuk ibu."     "Baik."     Inikah àkh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN