Airin masih berdiri melihat Amel berdiri di depan pintu rumahnya. Dia menatapnya tajam, penuh kemarahan. Bau bensin menyengat hidung Airin. Airin baru sadar Amel membawa jirigen besar berisi benda bensin. "Mau apa kamu, Amel?" tanya Airin dengan mata membulat. "Kamu puas kan sekarang? Pernikahanku hancur! Karirku hancur!" ucap Amel histeris. "Kamu menyalahkan aku karena itu semua?" tanya Airin lagi. "Iya! Ini semua salahmu! Kenapa kau bisa mendapatkan semua yang ingin aku miliki? Aku membencimu! Aku mau kamu mati!" Airin terkejut melihat Amel membuka jirigen yang dibawanya dan mulai mengucurkan isinya. Dia mundur, mencoba menghindar dari cairan itu, namun Amel menyudutkannya di sisi ruangan. "Hentikan Amel!" teriaknya panik. "Apa kamu sudah tidak waras?!" Amel tertawa sambil menyala
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


