Prolog

151 Kata
  Luka yang hampir mengering namun harus kembali terluka. Rasanya akan beribu kali lebih sakit dari sebelumnya. *** Geudael saranghaneungeon Mencintaimu Cham apeuniriya Adalah hal yang menyakitkan Biojimoshal maeumirangeon Perasaan yang tidak dapat dikosongkan Cham seulpeuniriya Suatu hal yang menyedihkan Geudaeyeo u... ijjineun marayo Sayangku... jangan lupakan Meomchwojiji anhneun sarang Cintaku tak berhenti   Lagu Forgetting You milik Davichi mengalun lembut di ponselku, aku pun turut menyanyikannya dengan suara parau. Setelah bertemu dengan Mbak Maya siang tadi, rasanya air mata ini tak mau berhenti. Sesak di d**a pun tak juga hilang meski sudah berbagai cara kulakukan. “Kenapa lo, Dek?” Bang Ethan duduk di pinggir ranjang setelah menutup pintu kamarku. “Bang Dev udah pulang?” tanyaku sambil mengusap sisa air mata. “Udah. Kenapa sih? Masih berantem sama dia?” “Aku nggak bisa terus sama dia, Bang. Gara-gara aku, dia terluka.” Aku memeluk abangku satu-satunya itu dan kembali menangis. “Itu takdir dan bukan salah siapa-siapa.” Bang Ethan melepaskan pelukannya lalu menghapus air mataku.  “Tapi, aku nggak bisa, Bang. Sampai kapan pun, nggak akan pernah bisa.”  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN