Suara pecahan gelas terdengar memenuhi dapur mini di apartemen bercat putih itu. Aca yang baru saja menghabiskan jus buah naga tiba-tiba menjatuhkan gelasnya dan terduduk di lantai dengan pandangan kabur. Tangannya gemetar. Ketakutan mulai menyelimuti hatinya ketika semua terasa berputar. Lalu teriakan Yona terdengar samar di telinganya, dan semua gelap. Seketika itu juga Yona panik tak terkendali. Tangannya berusaha mendial nomor Devan, tapi jatuh berkali-kali. Ini pertama kalinya Yona menyaksikan seseorang tak sadarkan diri di depan matanya. Kepanikan Yona semakin menjadi ketika ia telah berhasil menghubungi Devan, tapi pria itu tak mengangkat teleponnya. Namun tak lama kemudian, bel apartemen berbunyi, dan hati Yona merasa lega saat melihat Ethan yang datang. “Bang, A
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


